Danrem 083/Bdj Pastikan Karhutla Bromo Terkendali, Satgas Terpadu Tak Berhenti Sebelum Api Padam

Penerangan Korem 083
3 menit baca
Danrem 083/Bdj Pastikan Karhutla Bromo Terkendali, Satgas Terpadu Tak Berhenti Sebelum Api Padam

PROBOLINGGO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dikebut. Komand...

Lapas Jember Tingkatkan Akuntabilitas dan Kesejahteraan Anggota Melalui RAT Tahun Buku 2025

Polsek Gianyar Respon Cepat Tangani Video Viral Pengikatan Kucing di Jalan Raya Kebo Iwa

Kepedulian Sosial Nyata, Lapas Jember Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Sekitar



PROBOLINGGO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dikebut. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Komandan Sektor Penanganan Karhutla TNBTS, memastikan kondisi kawasan Gunung Bromo tetap aman dan kondusif meski sejumlah titik api masih menjadi fokus pemadaman, Senin (10/8/2026).



Dalam keterangannya di Posko Karhutla TNBTS, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Danrem menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat bekerja dalam satu sistem komando. Operasi terpadu tersebut melibatkan personel TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, pengelola TNBTS, serta unsur terkait lainnya untuk mengendalikan api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.


“Kebakaran yang bermula pada 2 Agustus 2026 lalu saat ini sudah berhasil kita kendalikan perkembangannya. Kami memastikan kepada masyarakat bahwa kondisi kawasan Gunung Bromo tetap aman dan kondusif. Namun, pemadaman intensif masih terus kita lakukan sampai seluruh titik api benar-benar padam,” tegas Danrem.


Saat ini, pemadaman diprioritaskan pada dua lokasi yang masih terdapat titik api, yakni kawasan Puncak P-30 di Kabupaten Probolinggo dan Lembah Dingklik di Kabupaten Pasuruan. Kondisi medan yang terjal, vegetasi kering, serta perubahan cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bekerja di lapangan. Untuk mempercepat penanganan, operasi udara juga terus dilakukan dengan dukungan dua unit helikopter water bombing.


Danrem menjelaskan, jumlah helikopter yang beroperasi disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat keamanan penerbangan. Kabut tebal di sejumlah lokasi menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga keselamatan penerbang tetap menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, personel darat terus melakukan pemadaman, patroli, pemantauan, serta penguatan pengamanan di wilayah yang dinilai rawan.


Terkait penyebab kebakaran, Danrem meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab awal kebakaran. “Kita tunggu hasil penyelidikan resmi. Jangan sampai muncul spekulasi yang justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.


Dengan estimasi luas kawasan terdampak sekitar 720 hektare, Satgas Terpadu terus memperkuat langkah pengendalian melalui patroli darat dan udara, pemantauan titik api, serta penempatan personel pada lokasi-lokasi rawan. Personel akan tetap disiagakan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.


Danrem menegaskan, penanganan karhutla Bromo bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menjaga kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan pariwisata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh unsur akan terus bergerak bersama memastikan kawasan TNBTS tetap terlindungi.


“Kami tidak ingin bekerja setengah-setengah. Seluruh unsur akan terus berada di lapangan sampai api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman. Keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan Bromo menjadi prioritas utama,” pungkas Danrem.


Komentar

Format: 08123456789 atau +628123456789
0 / 5000

Memuat pertanyaan...

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui penyimpanan nama, nomor WhatsApp, dan alamat IP untuk moderasi.