Safety Riding TNI 2026 menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran hukum prajurit TNI dalam berkendara. Subdenpom V/3-4 Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Berkendara Prajurit Kodam V/Brawijaya TA 2026, meliputi Safety Riding, Safety Driving, serta Yustisi Militer di Aula Kodim 0819/Pasuruan, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para prajurit TNI. Dansubdenpom V/3-4 Pasuruan, Kapten Cpm Hendra Rudiyanto, memimpin pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, kelengkapan administrasi kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan hukum dan disiplin militer.
Dalam arahannya, Hendra menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknik berkendara yang aman, tetapi juga mendorong setiap personel untuk meningkatkan kesadaran terhadap kewajiban administrasi dan aturan yang berlaku.
Pemeriksaan Kendaraan dan Administrasi
Usai menerima arahan, para prajurit menuju halaman Kodim 0819/Pasuruan untuk mengikuti pemeriksaan kendaraan masing-masing. Petugas melakukan pengecekan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan sebagai bagian dari kegiatan Yustisi Militer.
Pemeriksaan tersebut menjadi langkah untuk memastikan personel memahami bahwa tertib administrasi merupakan bagian dari kedisiplinan. Kelengkapan dokumen kendaraan juga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban saat berkendara.
Kegiatan berlangsung dengan pemeriksaan kendaraan serta pengarahan secara langsung kepada personel. Melalui kegiatan tersebut, Subdenpom V/3-4 Pasuruan memberikan penekanan bahwa disiplin di jalan raya perlu berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas sebagai prajurit.
Satlantas Berikan Simulasi Berkendara
Selain materi dari Polisi Militer, kegiatan juga mendapat penyampaian materi dari pihak Satlantas Polres Pasuruan. Agung N. memberikan contoh mengenai cara berkendara sesuai dengan prosedur keselamatan serta simulasi uji praktik dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Agung mengingatkan para peserta agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas ketika menggunakan kendaraan di jalan raya.
โKita berkendara harus selalu taat peraturan, terutama harus memiliki SIM. STNK kendaraan harus lengkap, dan saat berkendara harus memakai helm yang sudah SNI,โ jelas Agung.
Simulasi tersebut memberikan gambaran langsung kepada para prajurit mengenai pentingnya penguasaan kendaraan dan penerapan prosedur keselamatan. Materi juga menekankan bahwa kepemilikan SIM serta kelengkapan surat kendaraan merupakan bagian dari kepatuhan terhadap ketentuan lalu lintas.
Disiplin Berkendara Dukung Profesionalisme
Subdenpom V/3-4 Pasuruan menempatkan kegiatan Safety Riding dan Safety Driving sebagai bagian dari pembinaan disiplin personel. Pemahaman terhadap aturan berkendara diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas maupun saat berada di lingkungan masyarakat.
Kepatuhan terhadap hukum dan tertib administrasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme prajurit. Melalui Yustisi Militer, personel mendapat pengawasan sekaligus pembinaan agar memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran yang mungkin terjadi.
Kegiatan Sosialisasi Berkendara Prajurit Kodam V/Brawijaya TA 2026 tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh personel terhadap keselamatan berkendara, kelengkapan administrasi, serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat pembinaan disiplin internal TNI. Dengan budaya tertib berkendara dan kepatuhan hukum yang diterapkan secara konsisten, prajurit diharapkan mampu menjaga keselamatan diri, pengguna jalan lainnya, serta mempertahankan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Komentar