Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Koramil 0824-09/Tempurejo bersama Muspika, PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater dan unsur terkait melaksanakan kegiatan patroli pencegahan Karhutla. Kegiatan diawali di Aula Afdiling Kantor Guci PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater dan dilanjutkan dengan patroli bersama di sejumlah wilayah Perkebunan, Senin (31/08/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 0824-09/Tempurejo Kapten Arm Sugiyono bersama dua anggota, perwakilan Kapolsek Tempurejo yaitu Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas, perwakilan Administratur PTPN I Kebun Kalisanen, para Astan Afdiling Banjar Agung, Selatan, Guci, Ketangi dan Teratai, tiga personel BKO Yonif 509/Balawara Yudha, serta sepuluh personel keamanan PTP. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari pihak PTPN yang diwakili Askep Kebun Kalisanen Kotta Blater, pengarahan Danramil 0824-09/Tempurejo, doa dan penutup. Dalam arahannya, Danramil menekankan pentingnya kewaspadaan serta koordinasi antarpetugas, khususnya dalam melakukan pemantauan kawasan perkebunan yang memiliki potensi terdampak kebakaran saat kondisi lingkungan kering.
Danramil 0824-09/Tempurejo Kapten Arm Sugiyono menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. โPatroli bersama ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Sinergi antara TNI, Polri, pihak perkebunan dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat agar setiap potensi Karhutla dapat segera diantisipasi dan ditangani,โ ujarnya.
Setelah kegiatan pengarahan, tim melaksanakan pemasangan banner berisi imbauan dan larangan Karhutla, kemudian dilanjutkan patroli bersama yang meliputi Afdiling Guci, Ketangi, Teratai, Wonowiri dan Banjar Agung. Kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan kebakaran oleh unsur terkait sebagai langkah meningkatkan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di kawasan perkebunan.
Kapten Arm Sugiyono menambahkan bahwa kesadaran seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutla. Ia mengajak masyarakat dan seluruh petugas untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar dan aman, kemudian ditutup dengan ramah tamah sebagai bagian dari mempererat koordinasi dan kebersamaan antarunsur di wilayah Kecamatan Tempurejo.
Komentar